Friday, 16 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Pidato Powell Di Jackson Hole Bisa Jadi Penentu Kebijakan The Fed
Friday, 22 August 2025 16:39 WIB | FISCAL & MONETARY |Fiskal & Moneter

Ketua Federal Reserve AS (The Fed) Jerome Powell dijadwalkan menyampaikan pidato bertema "Prospek Ekonomi dan Tinjauan Kerangka Kerja" pada Simposium Ekonomi tahunan Jackson Hole pada hari Jumat pukul 14.00 GMT.

Pelaku pasar akan mencermati pidato Powell untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter, khususnya mengenai waktu pemotongan suku bunga pertama The Fed tahun ini dan potensi ruang lingkup serta waktu penurunan suku bunga selanjutnya.

Pernyataan Powell diperkirakan akan mengguncang pasar, memicu volatilitas yang intens di sekitar Dolar AS (USD), karena bank sentral paling berpengaruh di dunia tersebut berencana untuk mengambil langkah pelonggaran kebijakan paling cepat bulan September.

Dalam pertemuan kebijakan bulan Juli, The Fed mempertahankan suku bunga dana federal di kisaran 4,25%-4,50%, tetapi dua pembuat kebijakan tidak setuju. Gubernur The Fed Christopher Waller dan Gubernur The Fed Michelle Bowman memberikan suara mendukung pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps).

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan beberapa hari setelah pertemuan bulan Juli, Gubernur Waller menjelaskan bahwa ia tidak setuju karena ia memandang tarif sebagai peristiwa harga satu kali yang harus "dipertimbangkan" oleh para pembuat kebijakan selama ekspektasi inflasi tetap terjaga. Gubernur Bowman berpendapat bahwa pertumbuhan yang melambat dan pasar tenaga kerja yang kurang dinamis membuat kebijakan yang cukup ketat perlu mulai diubah secara bertahap ke arah netral.

Namun, data ketenagakerjaan AS untuk bulan Juli membangkitkan kembali kekhawatiran akan memburuknya kondisi di pasar tenaga kerja dan memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan September.

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik sebesar 73.000 pada bulan Juli, sementara kenaikan NFP untuk bulan Mei dan Juni direvisi turun masing-masing sebesar 125.000 dan 133.000. Di sisi lain, data Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Harga Produsen (IHP) terbaru dari AS mengisyaratkan inflasi yang masih tinggi, sehingga menimbulkan keraguan mengenai jumlah penurunan suku bunga yang mungkin akan dipilih oleh The Fed pada tahun 2025.

Dengan latar belakang ini, Dolar AS (USD) menghadapi risiko dua arah menjelang pertemuan puncak di Jackson Hole yang sangat dinantikan.(alg)

Sumber: FXstreet

RELATED NEWS
Menurut Steven Miran Suku Bunga Tahun 2026 Masih Bisa Turun Sebesar 150 Bps...
Thursday, 8 January 2026 22:55 WIB

Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia menargetkan penurunan suku bunga sebesar 150 basis poin tahun ini untuk mendorong pasar tenaga kerja AS. Miran mengatakan ...

Wakil Ketua Fed Bowman Menguraikan Upaya Modernisasi Regulasi...
Thursday, 8 January 2026 05:35 WIB

Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menguraikan perubahan signifikan pada pengawasan dan regulasi perbankan selama pidatonya di Seminar Presiden Bank Asosiasi Bankir Califor...

Menurut Petinggi Fed Masih Ada Peluang Pemangkasan Suku Bunga Lanjutan...
Tuesday, 6 January 2026 23:47 WIB

Perubahan lebih lanjut pada suku bunga jangka pendek Federal Reserve perlu "disesuaikan dengan cermat" berdasarkan data yang masuk mengingat risiko terhadap target lapangan kerja dan inflasi bank sent...

Barkin: Ekonomi AS di Titik Rapuh, Data Jadi Penentu...
Tuesday, 6 January 2026 20:26 WIB

Presiden Bank Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, mengatakan prospek kebijakan moneter tetap berada dalam keseimbangan yang rapuh mengingat tekanan yang saling bertentangan dari meningkatnya pengang...

Rapat Desember Tak Sejalan, Risalah Fed Picu Spekulasi Pasar...
Wednesday, 31 December 2025 02:12 WIB

Bank Sentral AS (Federal Reserve) setuju untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember hanya setelah perdebatan yang sangat bernuansa tentang risiko yang dihadapi ekonomi AS saat ini, menurut cat...

LATEST NEWS
Harga emas melonjak di atas $4.500, siap untuk kenaikan mingguan 4% setelah data NFP AS dirilis

Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran...

Emas Masih Jadi Buruan para Pelaku pasar

Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...

Perak Sesi Eropa Kemana?

Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...

POPULAR NEWS